Ruang dan waktu relatif dalam gagasan Enstein
Selalu saja menjadi teka teki terdalam yang mengombangambingkan jiwaku
Konsepsi tentang idealismepun tergugat oleh relatifitas
Lalu adakah kebenaran universal itu
Yang mengikat setiap pandangan dalam satu kesatuan mutlak

Kemarin aku meletakkan setangkai mawar dan sebilah golok di atas sebuah pusara
Sebuah pusara yang menyimbolkan kehausan akan keabadian dan
Perlawanan atas kefanaan eksisensi diri
Dua rasa yang terasa terus menjadi asa dalam rasa

Bersemayam dalam ruang gelap nan sumpek
Terbelenggunya fisik diikuti dengan stagnasi gerak jiwa menuju kesempurnaan
Duhai jiwa jiwa yang suci nan abadi
Besuklah jiwaku yang dahaga ini

Perangkap perangkap materi; mengapa pula
Seringkali menjaring jiwa yang immateril
Jiwa yang mestinya menjadi panglima kehidupan karena merupakan duta Ilahi
Seringkali justru diperbudak oleh hawa nafsu yang merupakan instrumen iblis
READ MORE -
Hari itu….
Aku berdiri di tepi samudera
Terhampar di depanku luasnya samudera yang akan kuarungi
Riak-riak kecil dan hembusan angin sepoi-sepoi khas tepian
Menghadirkan kedamaian dan keindahan estetis

Hari itu….
Aku mengukur luasnya samudera sejauh mataku memandang
Terbayang di benakku akan kedamaian dan keindahan tak bertepi
Yang akan menjadi perjamuan jiwaku ketika aku berada di tengah samudera
Sebuah jolloro’ dengan dua dayung menjadi warisan teramat beharga bagiku

Hari itu….
Aku tak pernah berfikir akan dalamnya samudera
Tak pernah terlintas dalam benakku untuk meyelami kedalaman samudera
Berbagai misteri khas kedalaman menjadi rangkaian teka teki yang membingungkan
Kebingungan yang bermuara pada kegelisahan dan penderitaan

Hari ini….
Aku tengah menyelam dalam kedalaman samudera
Satu per satu teka teki mulai tersingkap
Yang memberikan rasa yang tak terdefenisikan olehku
Dua rasa yang paradoks seakan menyatu dalam satu rasa

Hari ini…
Seolah aku terlahir kembali dalam dunia yang begitu berbeda
Perbedaan yang ditimbulkan oleh sebuah paradigma yang bergeser
Sehingga apa yang dulunya kuanggap lara menjelma menjadi suka
Suka cita yang tidak dibarengi oleh tawa ataupun senyum kemenangan
Tapi dengan air mata dan keperihan rasa
READ MORE -
Dalam peraduanku kala hidup terasa diujung tanduk
Di atas sajadah yang mulai lapuk oleh lipatan xaman
Kubersimpuh padaMu memohon belas kasihmu yang tiada berbatas
Kepasrahan dan ketundukan sepenuh jiwa
Kupatrikan dalam diri yang teramat rapuh
Kelemahan itu sungguh adalah milikku
Kegelapan itu sungguh adalah ruangku
Kekosongan itu sungguh adalah jiwaku
Ketersesatan itu sungguh adalah perjalananku

Ya Allah penggenggam segenap jiwa dan kuasa Engkaulah yang telah menyematkan predikat khalifah di dadaku dan Engkau pulalah yang sepenuhnya berhak menanggalkannya.
READ MORE -